Apa persoalan yang muncul ketika porsi penduduk usia lanjut membesar? Apa yang bisa dilakukan oleh para pengambil kebijakan di Indonesia dalam mengantisipasi penuaan penduduk?
Tema debat capres/cawapres yang kelima adalah “kesejahteraan sosial, pembangunan sumber daya manusia (SDM) dan inklusi.” Tema ini sangat penting karena menyangkut kondisi riil penduduk Indonesia dari Sabang sampai Merauke yang berjumlah lebih dari 275 juta jiwa.
Artikel ini ingin mengelaborasi bagaimana hubungan bonus demografi dengan krisis iklim. Proposisi yang kita bangun adalah bonus demografi yang diartikan sebagai produktivitas penduduk yang tinggi akan membuat konsumsi energi dalam negeri meningkat signifikan.
Artikel ini mendiskusikan tentang bagaimana potensi kesejahteraan yang muncul dari bonus demografi masih memerlukan skema kebijakan pemerintah Indonesia yang holistik dalam melahirkan generasi produktif dan inovatif.
Artikel ini merefleksikan hubungan stuktur demografi dengan keluarga. Dari situ kita akan membahas isu-isu utama dalam pembangun kesejahteraan keluarga.
Bonus demografi (demography dividend) merujuk pada fenomena peningkatan pertumbuhan ekonomi yang bermula dari perubahan struktur usia penduduk akibat peralihan angka kelahiran dan kematian. Hal itu juga berarti bahwa rasio ketergantungan (dependency ratio), yang membandingkan usia non-produktif dengan usia produktif, juga menurun. Dengan kata lain sebagian besar penduduk mampu bekerja. Inilah yang meningkatkan produktivitas yang nantinya akan mengantarkan pada pertumbuhan ekonomi yang tinggi.