Pada hari Jum'at, 2 Desember 2022 Pusdeka bersama dengan Direktorat GESI menyelenggarakan public lecture dengan tema "Pendidikan Inklusif untuk Penyandang Disabilitas: Mentransformasi Layanan Kampus yang Aksesible dan Adil."
Pada tahun 2021, angka prevalensi stunting di Indonesia sebesar 24,4 persen. Angka ini masih sangat jauh dari target pemerintah yang telah menetapkan angka prevalensi stunting harus berada di titik 14 persen di tahun 2024. Hal ini salah satunya dipengaruhi oleh strategi pencegahan dan penurunan di tingkat daerah yang belum efektif.
Revolusi ICT telah mengubah pola pengasuhan anak di era ini. Anak-anak sebagai kluster yang paling banyak dan aktif di internet dapat berkembang dengan sangat pesat atau malah sebaliknya.
Pengembangan SDM Indonesia pada dasarnya ditempuh dengan dua jenis pendekatan yaitu kesehatan dan pendidikan. Untuk kesehatan, pemerintah Indonesia telah mengupayakan dan memastikan agar generasi masa depan Indonesia dapat tumbuh dengan sehat dan aman. Hal ini tampak sangat jelas dari program prioritas nasional tentang pencegahan stunting.
Dokumentasi Talk Series #02 tentang mengenal dan mencegah stunting pada anak.
Pusdeka menyelenggarakan workshop penguatan internal dengan mengundang Sonaji Zamroni sebagai fasilitator. Dalam kegiatan workshop ini para peserta diarahkan untuk memahami visi dan misi Pusdeka dalam beberapa tahun kedepan.
Istilah stunting mungkin sudah terdengar familiar di telinga banyak orang. Stunting sendiri sering dipahami sebagai suatu penyakit. Padahal WHO telah mendefinisikan stunting sebagai gangguan tumbuh kembang anak yang disebabkan oleh kekurangan asupan gizi, terjangkit infeksi secara berulang, dan tidak memadainya stimulus fisio-sosial. Namun sayangnya, masalah kesehatan ini masih cukup tinggi di Indonesia.
Dalam Preambul Konvensi Hak-hak Anak (CRC) disebutkan bahwa anak, dengan alasan keterbatasan fisik dan mental yang belum dewasa, butuh perlindungan dan pelayanan khusus termasuk di dalamnya perlindungan secara legal, baik sebelum ataupun setelah ia lahir. Lantas yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana norma baru ini dapat diterima oleh masyarakat Indonesia yang plural dan kaya dengan tradisi komunal?
Pada tanggal 1 November 2022, Pusdeka UNU Yogyakarta menyelenggarakan Workshop Penguatan Internal Organisasi di meeting room kantor KPTI Yogyakarta yang berada di Jalan Kaliurang km 9. Kegiatan ini selain memiliki tujuan untuk meningkatkan kapasitas personal tim Pusdeka juga akan mendiskusikan isu-isu strategis Pusdeka.
Dalam Public lecture yang berlangsung selama kurang lebih dua jam itu, Ibu Lies memberikan banyak wawasan baru yang menurut kami sangat bernilai untuk dibagikan kepada teman-teman peneliti, dosen atau mahasiswa yang meminati kajian gender dan anak. Untuk itu berikut adalah transkrip public lecture tersebut.