Reporter: Samsul Ma’arif
Editor: Agus S Efendi

Dalam menindak lanjuti rencana pembentukan klinik keluarga, Pusdeka berinisiatif menyelenggarakan workshop pada hari selasa, 11 Oktober 2022 di kantor PWNU Yogyakarta. Workshop ini mengundang perwakilan dari LP3M, Direktorat GESI, ALB (Aliansi Laki-laki Baru), Rifka Annisa Women Crisis Center dan beberapa aktivis bidang keluarga. Adapun tujuan dari kegiatan ini tidak lain adalah untuk mematangkan konsep layanan yang akan dinamai dengan klinik konseling keluarga dan anak muda.

Acara workshop dimulai pukul 10.00 pagi dan dipandu langsung oleh direktur PUSDEKA, Rindang Farihah. Klinik konseling keluarga dan anak muda ini merupakan upaya untuk merespon tantangan dan persoalan yang ada di dalam masyarakat, khususnya soal kesadaran gender dan kesehatan mental. Menurut Rindang, adanya layanan konseling keluarga dan anak muda ini merupakan sebuah bentuk implementasi dari nilai Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni, pengabdian kepada masyarakat.

Workshop yang berlangsung sekitar satu setengah jam ini menghasilkan beberapa point penting. Pertama, soal sasaran utama klinik. Klinik konseling keluarga dan anak muda akan fokus untuk melayani pasangan yang sudah menikah dan remaja usia kawin. Namun yang menarik, tidak menutup kemungkinan juga kalau layanan klinik ini dapat diberikan kepada lansia. Di samping itu layanan klinik sendiri memerlukan mekanisme penjaringan, prosedur pendaftaran, praktik penanganan dan standar pendampingan. Semua itu perlu dirumuskan untuk mamastikan bahwa layanan untuk mengurai masalah personal dalam keluarga dan meningkatkan kesadaran akan kesehatan mental, stabilitas emosi di kalangan anak muda dapat berjalan efektif.

Point yang kedua tentang ruang lingkup layanan. Para peserta workshop mengusulkan bahwa klinik konseling keluarga dan anak muda membatasi lingkup layanan pada konseling dan penguatan nilai agama. Dalam rangka menguatkan jaringan layanan di masa depan maka Pusdeka perlu melakukan penjajakan kerjasama dengan beberapa pihak dan membuat nota kesepahaman dengan mitra. Selain layanan konseling, kegiatan-kegiatan yang dapat menjadi agenda kerja antara lain pelatihan pranikah, survey dan diseminasi pentingnya konseling.

Yang terakhir, workshop ini menyepakati bahwa praktik konseling yang paling dasar adalah belief sistem dan keterampilan psikologis. Kedua hal ini perlu didukung dengan materi-materi yang sesuai dengan kelompok persoalan yang dihadapi pasien. Misalnya, materi konseling untuk anak muda dapat berupa management keuangan keluarga, konsep diri, konsep sungai kehidupan, mengelola konflik dan emosi, serta kedewasaan digital. Workshop ini berakhir pada pukul 12 lebih sedikit dan ditutup dengan sesi foto bersama.